Senin, 17 Oktober 2016


SALAK merupakan salah satu buah yang sangat populer dikalangan masyrakat kita. Bentuk dan rupa yang khas menjadikan daya tarik tersendiri buah ini. Namun, ada orang yang beranggapan buah ini tidak ada manfaatnya. Padahal buah salak yang memiliki rasa yang manis campur asam dan sepat, bisa bermanfaat bagi tubuh karena di dalamnya terdapat kandungan gizi yang bermanfaat bagi kebutuhan tubuh.
Berikut beberapa khasiat buah salak bagi kesehatan.
Obat Mata
Buah salak ternyata mengandung betakaroten, yang sangat baik untuk memelihara kesehatan mata. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa kandungan betakaroten dalam 100 gram salak kurang lebih 5,5 kali lebih banyak dibanding buah mangga, 3 kali lebih banyak dibandingkan jambu biji dan 5 kali dari semangka merah.
Obat Diare
Ketika Anda tidak berhenti-henti BAB atau diare sebaiknya Anda mengonsumsi buah salak ini, karena salak mempunyai serat yang tinggi sehingga dapat mampu mengobati diare.
Membantu Diet
Bagi Anda yang ingin menguruskan badan atau diet, maka buah salak baik untuk Anda konsumsi. Dengan kandungan fitonutrien yang ada di dalam salak dapat membantu diet Anda. Salak juga mempunyai 2 Mg Vitamin C. Kenapa serat bisa membantu? Karena serat bisa membuat Anda lebih cepat kenyang dan tahan lama.
Cemilan Sehat
Salak sering dijadikan sebagai buah yang biasa dihidangkan di meja. Rasanya ada yang manis, asam, sepat, atau campuran ketiganya. Selain rasanya yang enak dan segar ketika dimakan, buah ini juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan.(Sazuli)
Sumber: [rika/islampos/kesehatan96/syifa-alqulub/manfaattumbuhanbuah]

Kepala BP4K Menjadi Narasumber Kegiatan Sosialisasi Pembinaan Pertanian

Kepala BP4K H. Hendarsyah, S.IP. MT saat menyampaikan materinya

Sekretariat Daerah Bagian Administrasi  Sumberdaya Alam Kabupaten Seluma mengadakan  Kegiatan Sosialisasi Pembinaan Pertanian lingkup Kabupaten Seluma pada Kamis, tanggal 22 September 2016 bertempat di Hotel Rizki Kabupaten Seluma.
Acara dibuka oleh Bupati Seluma dalam  hal ini diwakili oleh Muhpian, SE Asisten III Kabupaten Seluma, peserta berjumlah 50 orang berasal dari Ketua Gabungan Kelompoktani (Gapotan) dan  Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Seluma.

Dalam Kesempatan itu, Kepala BP4K  H. Hendarsyah, S.IP. MT hadir sekaligus menjadi Narasumber menyampaikan pentingnya sektor Pertanian di Kabupaten Seluma, mengingat sumber daya terbesar di Kabupaten Seluma berada di Sektor Pertanian, oleh karenanya perlu upaya yang maksimal bagi segenap penyuluh pertanian dalam rangka menjalankan tugasnya untuk  membantu  petani yang tergabung dalam Poktan/Gapoktan di kabupaten Seluma agar lebih Sejahtera, ujarnya. (Sazuli)

Kepala BP4K Silaturahmi dengan Koordinator BP3K Se-Kabupaten Seluma

Kepala BP4K H. Hendarsyah, S.IP. MT saat menyampaikan sambutannya

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Seluma H.Hendarsyah, S.IP, MT menggelar acara Silaturahmi dengan Koordinator BP3K Se-Kabupaten Seluma, acara ini berlangsung di Aula BP4K seluma pada Rabu, 21 September 2016, acara Silaturahmi tersebut dihadiri Sekretaris BP4K Ramli, SH dan seluruh Kepala Bidang, Kasubbid, Kasubbag, staf dan juga Kelompok fungsional serta Koordinator BP3K Se-Kabupaten seluma
Dalam sambutan sekaligus perkenalannya , Kepala BP4K  H. Hendarsyah, S.IP. MT yang baru 1 minggu  menjabat Kepala BP4K   mengungkapkan, Bahwa acara ini sangat penting, untuk meningkatkan hubungan kerjasama dan silaturahmi  kepada seluruh pegawai di lingkungan BP4K Seluma, ungkapnya.
Hendarsyah berharap, agar kegiatan yang ada di BP4K bisa ditingkatkan untuk periode selanjutnya , agar penyuluh-penyuluh khususnya di Kabupaten Seluma menjadi yang terbaik se- Provinsi Bengkulu,

Dalam kesempatan yang sama, Ramli, SH, selaku Sekretaris BP4K Seluma, dalam sambutannya yang diawali dengan  perkenalannya, mengungkapkan sangat mendukung program kegiatan-kegiatan yang baru, tak lupa Ramli berpesan agar Aset yang ada di supaya dikelola dan dijaga dengan baik, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, ujarnya
Ramli menambahkan, untuk para penyuluh yang telah melaksanakan pelatihan-pelatihan teknis agar menerapkan ilmunya dilapangan untuk meningkatkan kesejahteraan petani nantinya.
Terakhir Ramli berpesan agar sumua elemen bekerjasama bergotong royong dalam kebersihan kantor BP4K, mengaktifkan kembali Darmawanita serta menghimbau agar melaksanakan kegiatan Apel, tutupnya
Dalam acara ini juga di lakukan perkenalan dari seluruh kelompok fungsional yang ada dilingkungan BP4K, baik dari kelompok Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Tak lupa juga perkenalan dari seluruh koordinator BP3K se-Kabupaten Seluma. (Sazuli)

Acara Pisah Sambut Kepala BP4K Seluma


Selasa,  tanggal 13 September  2016 dilaksanakann pisah sambut dan serah terima jabatan Kepala BP4K  dan Sekretaris BP4K Seluma. Acara pisah sambut dan serah terima jabatan  dilaksanakan di  BP4K Seluma. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris  yang baru di lantik  Ramli, SH dan seluruh Kepala Bidang, Kasubbid, Kasubbag dan juga Staf dan Kelompok Fungsional di Lingkungan BP4K Seluma.
Serah terima jabatan dan pisah sambut ini menandai berakhirnya masa tugas Plt. Kepala BP4K Seluma Muhismana, S.Pi dan dilanjutkan oleh  Kepala BP4K yang baru H. Hendarsyah, S.IP. MT
Dalam sambutannya, Muhismana  mengucapkan selamat kepada Kepala BP4K Seluma yang baru dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada  pejabat BP4K, Staf, Kelompok Fungsional, PPL serta  THL-TB PP yang telah banyak membantu selama ini, dan juga mohon maaf apabila ada kesalahan selama di BP4K. Ujarnya.
Sementara itu dalam perkenalannya, Kepala BP4K  yang  baru H. Hendarsyah, S.IP. MT
mengatakan bahwa Acara pisah sambut ini bertujuan untuk merekatkan hubungan silaturahmi antara pejabat baru dengan pejabat lama serta dengan seluruh Pegawai di lingkungan BP4K
Hendarsyah, S.IP. MT juga berharap kepada seluruh PPL di Lingkungan BP4K Seluma agar bisa bekerjasama dalam membangun dan mengembangkan BP4K Seluma ini agar lebih baik ke depannya dan selalu menjaga kebersamaan serta saling menghargai,tutupnya. (Sazuli)

Rapat Monitoring dan Evaluasi SMIPP BP4K Seluma


Pada Hari Kamis Tanggal 1 September  2016 telah dilakukan rapat Rutin Monitoring dan Evaluasi Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian (SMIPP) yang diikuti oleh Koordinator  BP3K se-Kabupaten Seluma selaku penanggung Jawab  SMIPP tingkat Kecamatan serta para petugas administrasi kecamatan. Bertempat di Aula BP4K Seluma. Acara ini di pimpin oleh  Plt. Kepala BP4K Seluma Muhismana, S.Pi dan didampingi oleh Sazuli, S.Pt selaku penanggung Jawab SMIPP Tingkat kabupaten Seluma serta  Petugas Admin Kabupaten Peni Siwi, M.Si

Rapat ini di buka langsung oleh Plt. Kepala BP4K Seluma Muhismana, S.Pi , dalam penyampainnya mengatakan bahwa “Semua penyuluh baik penyuluh PNS, THL dan Penyuluh Swadaya harus mendampingi 8-16 kelompoktani. Peningkatan kelas kemampuan kelompoktani adalah suatu pengukuran kinerja penyuluh dalam evaluasi tahunan penyuluh, Ujarnya . (Sazuli)

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT DENGAN PESTISIDA NABATI

Foto : Proses pembuatan Pestisida Nabati di Desa Lubuk Gilang Kec. Air Periukan Kab. Seluma
 oleh Safrizal dari KKP Seluma

Pestisida nabati atau pestisida alami   merupakan bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang bisa digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan. Pestisida nabati ini bisa berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh, dan bentuk lainnya.
Secara umum, pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Karena terbuat dari bahan alami atau nabati, maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam, sehingga tak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan, karena residu (sisa-sisa zat) mudah hilang.Indonesia ada banyak jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati. Bahan dasar pestisida alami ini bisa ditemui di beberapa jenis tanaman, dimana zat yang terkandung di masing-masing tanaman memiliki fungsi berbeda ketika berperan sebagai pestisida. Dalam upaya pengembangan pestisida nabati ditingkat petani agar mampu dikembangkan diperlukan  strategi antara lain:
  1. Mudah didapat, bahan baku cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dan kontinyuitas terjamin
  2. Mudah dibuat ekstrak, sederhana dan dalam waktu yang tidak lama
  3. Kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran 3-5% bobot bahan kering
  4. Bahan yang digunakan bisa dalam bentuk segar dan kering
  5. Efek residunya singkat, tetapi cukup lama efikasinya
  6. Sedapat mungkin pelarutnya air bukan senyawa sintetis
  7. Budidayanya mudah, tahan terhadap suhu optimal
  8. Tidak menjadi gulma atau inang hama penyakit
  9. Bersifat multi guna
Dalam pengendalian OPT/ hama dilapangan pestisida menurut jasad sasarannya dapat berperan sebagai:
  1. Insektisida
  2. Pinus (Pinus merkusii)
Bagian : Batang
Pembuatan:
  • Serbuk gergaji kayu pinus dijemur sampai kering
  • Sebarkan ke lahan persemaian pada pagi hari
Sasaran: Wareng batang coklat (menghambat penetasan)
  1. Picung/Kluek (Pagium edule)
Bagian : Buah
Pembuatan:
  • Satu buah picung dihancurkan
  • Rendam dalam satu gelas air selama satu hari satu malam
  • Hasil rendaman tersebut disaring dan dilarutkan dalam sepuluh liter air, disemprotkan
  • Akan lebih efektif dan efisien bila dikombinasikan dengan perekat yuyu atau ketam/laos, kotoran ayam, Bangkai keong mas atau bahan perangkap lain.
Kandungan bahan aktif: Palmitic acid, aloic acid dan linoleic acid
Sasaran: Walang sangit
  1. Sirsak (Annona muricata) dan Tembakau (Nicotiana batacum)
Bagian : Daun, Biji sirsak, dan daun tembakau
Pembuatan: 50 lembar daun sirsak diremas-remas dicampur satu ons tembakau, direndam dalam satu liter air selama 24 jam. Air rendaman disaring dan dilarutkan dalam 28 liter air kemudian disemprotkan akan lebih efektif  bila dikombinasikan dengan perangkap tersebut diatas.
Kandung bahan aktif: Annonain (sirsak), Nikotin (tembakau)
Sasaran: Walang sangit
  1. Gadung (Dioscorea hispida)
Bagian : Umbi
Pembuatan: Umbi gadung seberat 5 kg diparut kemudian direndam  dalam 10 liter air, 1 liter air rendaman dicampur dengan 14 liter air untuk disemprotkan
Kandungan bahan aktif: Diosgenin dan Steroid saponin
Sasaran: Walang sangit
  1. Lengkuas (Alpinia galanga) dan Jahe (Zingiber oficianalis)
Bagian : Rimpang
Pembuatan: Lengkuas dan Jahe ditumbuk atau diparut, kemudian diperas untuk diambil sarinya, selanjutnya dicampur air secukupnya untuk semprotkan  pada areal yang terserang.
Sasaran: Ulat gerayak pada kedelai
  1. Tembakau (Nicotiana tabacum)
Bagian : Daun
Pembuatan: Tembakau sebanyak 9,5 kg dimasukkan kedalam kaleng dan disiram air  panas sebanyak 4 liter, kemudian di diamkam sampai dingin, campuran disaring dan dilarutkan  kedalam air dengan konsentrasi 60 cc per 15 liter air, siap disemprotkan pada tanaman terserang.
Sasaran: Ulat penggulung daun dan ulat gerayak kedelai
Pembuatan: 0,25 kg daun tembakau direbus dengan 5 liter air selama 0,5 jam tambahkan 30 gram sabun lalu disaring. Penggunaan 1 bgian larutan ditambah 4 bagian air
Sasaran: Aphis, Lundi penggerek batang dan wareng batang coklat
  1. Sengon Buto
Bagian : Daun
Pembuatan: 5 kg daun sengon buto direndam dengan air sebanyak 100 liter  selama 24 jam, air rendaman disaring dan  siap disemprotkan  pada tanaman
Sasaran: Belalang daun jagung
  1. Srikya (Annona squamosa)
Bagian : Biji
Pembuatan: Biji yang telah tua ditumbuk sampai halus, tepung yang terbuat  dari 20 butir biji  dicampur dengan  1 liter air
Kandungan bahan aktif: Annonain dan resin
Sasaran: Wareng batang, Aphis  dan ulat kubis
  1. Tuba (Deris Eleptica)
Bagian : Akar dan kulit kayu
Pembuatan: Akar dan kulit kayu ditumbuk dan dicampur air lalu disaring. 6 sendok larutan dicampur dengan 3 liter air
Kandungan bahan aktif: Retenon
Sasaran: berbagai jenis ulat (racun kontak dan perut)
  1. Nimba (Azadirachta indica)
Bagian : daun dan biji
Pembuatan: Biji dan daun ditumbuk (1kg) lalu direbus dengan air 5 liter  dan dinginkan selama 1 malam kemudian disaring
Sasaran: Ulat, kutu, kumbang dan penggerek
  1. Piretrum (Chrysantemum cinerariaefolium)
Bagian : daun dan biji
Pembuatan: konsentrasi piretrin  310 ppm dapat menekan 100%  peletakan telur serangga C. Analis atau serangga kacang hijau, menekan 95% peletakan telur Cricula trifenestrata. Pada D. Polibete, menyebabkan mortalitas larva 73% bila dicampur oleorisin lada mortalitas 96,6%  dengan minyak wijen  mortalitas 83,3%. Bekerja cepat  aman bagi manusia dan hewan peliharaan. Aplikasinya perlu ditambah bahan perekat agar tidak mudah tercuci air hujan.
Kandung bahan aktif: metabolit sekunder piretrin menyerang sistem syaraf serangga
  1. Cengkeh (Eugenia aromatica)
Kandungan bahan aktif: euganol pada bunga, daun dan ganggang bunganya  diaplikasikan dalam bentuk euganol, minyak cengkeh atau tepung daun cengkeh
Sasaran: mengendalikan penyakit busuk pangkal batang vanila dan menekan populasi F. Oxysporum (100 g tepung daun cengkeh/tanaman)
  1. Fungisida
  2. Nimba (Azadirachta indica)
Bagian : Daun dan Biji
Sasaran: Cendawan
Kandung : Azadirachtin, meliantriol dan salanin
  1. Lada (Piper Nigrum)
Bagian : Biji
Sasaran: Cendawan
Kandungan : Alkoloid, Methylpirrolie, pipervatine, piperine, piperioini, chavincine
  1. Bakterisida
  2. Nimba (Azadirachta indica)
Bagian : Daun dan Biji
Sasaran: Bakteri
Kandung : Zadirachtin, meliantriol dan salanin
  1. Picung/Kluek (Pigium edule)
Pembuatan : Konsentrasi 30 gram/liter disemprotkan pada tanaman padi
Sasaran: Penyakit kresek pada padi
  1. Redentisida
  2. Gadung (Dioscorea hispida)
Bagian : Ubi
Pembuatan : Ubi gadung seberat 1 kg diparut ducampur dedak 10 kg dan tepung ikan 1 ons serta sedikit kemiri tambah air semua bahan dicamour dibuat sebagai umpan.
Sasaran: Tikus
Kandungan : Diosginin dan steroid saponin
  1. Kacang Babi (Tephrosia vhogelii)
Bagian : Daun
Pembuatan : Daun kacang babi ditumbuk dicampur dedak dan tepung ikan serta sedikit kemiri tambah air, semua bahan dicampur dibuat sebagai umpan
Sasaran: Tikus
Kandungan : Tephrosin dan deguelin
  1. Nematisida
  2. Lada (Pipernigrum)
Bagian : Biji
Sasaran: Nematoda
Kandungan : Alkoloid, Methylpirrolie, pipervatine, piperine, piperioini, chavincine
  1. Tembakau (Nicotiana tabacum)
Bagian : Daun
Pembuatan: 0,25 kg daun tembakau direbus  dengan 5 liter air selama 0,5 jam ditambahkan 30 gram sabun lalu disaring pengunaan satu bagian larutan ditambah  4 bagian air
Sasaran: Nematoda
Kandungan : Nicotin
  1. Moluskisida
  2. Kacang Babi (Tephrosia vhogelii)
Bagian : Daun
Sasaran: Siput
Kandung : Tephrosin dan deguelin
  1. Sembung (Blumea balsamifera)
Bagian : Daun
Sasaran: Siput
Kandungan : Borneol, Sineol, Limonen
  1. Pinang (Arca cathecu)
Bagian : Biji
Sasaran: Siput Murbey
Kandungan : Oricholine
  1. Repelent
  2. Jengkol
Bagian : Buah
Pembuatan: Buah jengkol diiris-iris kemudian disebarkan kesawah yang berair
Sasaran: Tikus
  1. Serai Wangi
Bagian : Batang
Pembuatan: batang serai wangi ditumbuk lalu disemprotkan pada tanaman dapat dicampur dengan tanaman lain yang bersifat pestisida
  1. Antarktan
  2. Selasih (Ocinum sanctum)
Bagian : Daun dan Bunga
Pembuatan: Satu genggam daun selasih ditumbuk halus dan diberi air 5 ml, kemudian disaring, air saringan tersebut diteteskan  pada kapas lalu dimasukkan perangkap plastik
Sasaran: Lalat buah
Kandungan : Methil leucadendra
  1. Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
Bagian : daun
Pembuatan: Satu genggam daun putih ditumbuk halus dan diberi air 5 ml, kemudian disaring, air saringan tersebut diteteskan  pada kapas lalu dimasukkan perangkap plastik
Sasaran: Lalat buah
Kandungan : Methil eugenol
  1. Pandan (Pandanus sp)
Bagian : Daun
Pembuatan: Satu genggam daun pandan ditumbuk halus dan diberi air 5 ml, kemudian disaring, air saringan tersebut diteteskan  pada kapas lalu dimasukkan perangkap plastik
Sasaran: Lalat buah
Perekat
Labu
Bagian : Buah
Pembuatan: buah labu diparut lalu diperas dan disaring. Air perasan dicampur  dengan perbandingan 5 sendok untuk 1 liter air
Sasaran: Lalat buah
Kandungan : Methil leucadendra

Sumber : Dari berbagai sumber
Oleh : SAZULI, S.Pt






Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung

Plt.Kepala BP4K Muhismana dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi acara Pelatihan Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung

Sebanyak 30 orang petani dan pelaku agribisis  mengikuti Pelatihan Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung bertempat di Aula Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Seluma selama 1 hari pada Selasa tanggal  30 Agustus  2016.

Adapun tujuan pelatihan ini yaitu (1) Meningkatkan kompetensi petani dan pelaku agribisis  dibidang Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung, (2) Meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap petani dan pelaku agribisis  dibidang Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung, (3) Menerapkan teknologi tepat guna, meningkatkan produksi dan produktivitas yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan petani.
Narasumber Zainal Mukti, S.PKP dari BP4K Seluma saat menyampaikan materinya

Peserta yang secara keseluruhan berjumlah 30 orang berasal dari seluruh kecamatan se -Kabupaten Seluma berdasarkan wilayah potensial untuk pengembangan padi dan jagung. Narasumber dan dan fasilitator berasal dari BP4K Seluma dan dari Perusahaan BUMN produsen benih PT. SHS Bengkulu
Peserta sangat antusias bertanya saat acara Pelatihan Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung
Melalui pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta  Pelatihan Teknologi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung untuk diaplikasikan dilapangan bersama para petani sehingga mampu memajukan pertanian khususnya di Kabupaten Seluma  dan umumnya di indonesia menuju pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.(Sazuli, S.Pt)